Tampilkan postingan dengan label ISLAMIC RELIGION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMIC RELIGION. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Menghadirkan Niat yang Benar di Setiap Amal


                Ketauhilah –semoga Allah menjaga Anda- semua amalan mubah yang Anda kerjakan seperti tidur, makan, mengais rejeki, dan sebagainya, bisa diarahkan sebagai bentuk ketaatan dan pendekatan (kepada Allah). Dengan begitu, sesorang berpeluang meraup beribu-ribu kebaikan. Syaratnya, seorang muslim yang mengerjakannya harus meniatkan hal itu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Nabi bersabda, “Amal itu tergantung pada niat. Dan bagi setiap orang apa yang dia niatkan ...” (HR. Bukhari dan Muslim).
                Sebagai misal, seorangh muslim tidur lebih awal dengan tujuan bisa bangun untuk shalat Lail atau shalat Fajar. Maka, tidurnya itu menjadi ibadah. Demikian amalan mubah lainnya.

Sunnah Minum


1.       Bertasmiyah (membaca bismillah).
2.       Minum dengan tangan kanan, berdasarkan hadits, “Hai Nak, sebutkanlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang yang terdekat.” (HR. Muslim)
3.       Mengambil napas di luar gelas ketika minum. Maksudnya, untuk menghabiskan segelas air itu dianjurkan meneguk tiga kali, bukan hanya sekali. Rasulullah biasa mengambil nafas ketika minum sebanyak tiga kali, berdasarkan riwayat Imam Muslim.
4.       Minum sambil duduk.
5.       Mengucap hamdalah setelah minum, berdasarkan hadits, “Allah benar-benar ridha kepada seorang hamba yang menyantap makanannya lalu memuji Allah atas itu... dan meneguk minumannya lalu memuji Allah atas itu.” (HR. Muslim)

Nikmat-nikmat Allah Itu!


“Tafakurilah ciptaan Allah! Jangan kalian menafakuri Allah!”, pesan Rasulullah sebagaimana termuat dalam riwayat Thabrani dalam Al-Ausath, dan Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab, dan dihasankan oleh Al-Albani.

Sunnah Makan


Sunnah-sunnah sebelum dan ditengah-tengah makan:
1.       Bertasmiyah (membaca bismillah).
2.       Makan dengan tangan kanan.

Berdzikir Setiap Waktu

1. Berdzikir kepada Allah asas peribadatan seorang hamba kepada Allah, karena ia merupakan pertanda adanya koneksi antara seorang hamba dengan Sang Khaliq di setiap waktu dan keadaan. Dari Aisyah, ia berkata , “Rasulullah selalu berdzikir kepada Allah di setiap waktu.” (HR. Muslim).